Page 13 - Media Ekosistem Kelas 5-1
P. 13
4. Ekosistem dan Filosofi Hidup Orang Bali
Semua interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan tak hidup ini harus dijaga
agar alam tetap lestari. Untuk memastikan keseimbangan ini terus terjaga, masyarakat
Bali memiliki kearifan lokal yang luar biasa. Konsep dasar tersebut adalah Tri Hita
Karana, yang berarti tiga penyebab kebahagiaan. Ketiga hubungan ini sangat penting
dan tidak bisa dipisahkan.
1) Hubungan dengan Tuhan (Parhyangan) mengajarkan kita untuk bersyukur atas
alam semesta yang diciptakan-Nya.
2) Hubungan dengan Sesama Manusia (Pawongan) mengingatkan kita untuk hidup
rukun dan saling membantu.
3) Hubungan dengan Alam (Palemahan), di mana kita ditugaskan untuk menjaga
dan melestarikan lingkungan. Semua ini menjadi dasar bagi tradisi khusus seperti
Tumpek Wariga dan Tumpek Uye yang akan kita bahas selanjutnya.
Gambar 6. Ekosistem dan Filosofi Hidup Orang Bali
4.1 Tumpek Wariga
Tumpek Wariga adalah hari raya suci di Bali yang dirayakan setiap 210 hari
sekali, tepatnya pada hari Sabtu/Saniscara Kliwon Wuku Wariga. Hari raya ini
juga dikenal dengan nama lain seperti Tumpek Uduh atau Tumpek Bubuh. Makna
utamanya adalah untuk memuliakan dan mensyukuri anugerah dari tumbuh-
tumbuhan sebagai manifestasi Tuhan yang disebut Sang Hyang Sangkara, yaitu
Dewa Tumbuh-tumbuhan.
Hubungan hari raya ini dengan Ekosistem sangat jelas. Tumbuhan berperan
sebagai Produsen utama, yaitu satu-satunya organisme yang mampu
menghasilkan makanan dan, yang terpenting, menghasilkan oksigen yang kita
hirup melalui proses fotosintesis. Tanpa tumbuhan, tidak ada makhluk hidup lain,
termasuk kita dan hewan, yang dapat bertahan hidup.
12

