Page 14 - Media Ekosistem Kelas 5-1
P. 14

a.  Tradisi Khas
                                      Pada hari Tumpek Wariga, masyarakat Bali melakukan tradisi khas
                                untuk menghormati alam. Salah satunya adalah memberikan persembahan
                                berupa Bubur Sumsum atau Bubuh kepada pohon dan tanaman. Selain itu,
                                ada ritual unik yang disebut Ngatag, di mana kita secara simbolis 'mengajak'
                                pohon untuk berbuah lebat. Contohnya adalah mengucapkan kalimat seperti:
                                "Nini Nini, buin selae dina Galungan. Mabuah apang nged nged nged" yang
                                berarti 'Nenek, 25 hari lagi Galungan. Berbuahlah agar lebat lebat lebat...'.
                                Ini adalah cara yang indah untuk berkomunikasi dan bersinergi dengan alam.
                            b.  Pesan untuk Kita
                                      Melalui  perayaan  Tumpek  Wariga,  ada  pesan  penting  untuk  kita
                                semua.  Kita  harus  menjaga  dan  merawat  semua  tanaman  di  sekitar  kita
                                karena mereka adalah sumber kehidupan kita. Tumpek Wariga mengajarkan
                                kita untuk menjadi pelestari lingkungan yang baik dan senantiasa bersyukur
                                atas anugerah alam yang telah disediakan oleh Tuhan.


















                                    Gambar 7. Tumpek Wariga: Menghargai Produsen

                        4.2  Tumpek Uye
                                  Tumpek Uye adalah hari raya suci di Bali yang juga dirayakan setiap 210
                            hari  sekali,  pada  hari  Sabtu/Saniscara  Kliwon  Wuku  Uye.  Hari  raya  ini  juga
                            sering disebut Tumpek Kandang karena fokus utamanya adalah pada kandang dan
                            hewan  ternak.  Makna  utama  Tumpek  Uye  adalah  untuk  memuliakan  dan
                            mensyukuri  anugerah  dari  hewan  atau  satwa  sebagai  manifestasi  Tuhan  yang
                            disebut Sang Hyang Siwa Pasupati atau Sang Hyang Rare Angon (Pelindung
                            Binatang).
                                  Hubungan  hari  raya  ini  dengan  Ekosistem,  hewan  berperan  sebagai
                            Konsumen. Mereka mendapatkan energi dengan memakan produsen (tumbuhan)
                            atau konsumen lainnya. Hewan sangat penting untuk keseimbangan alam dan





                                                           13
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19